Sabtu, 24 Februari 2018

Engkau Buang Kemana Waktumu



Engkau Buang Kemana Waktumu 


          Waktu merupakan sebuah modal kehidupan bagi seorang muslim. Bisa jadi benar perkataan “waktu adalah uang”. Namun seorang muslim tidak layak menyematkan perkataan itu terhadap dirinya. Saya berfikir mungkin lebih tepatnya ‘waktu adalah kebaikan”. Itulah yang seharusnya tertanam didalam hati seorang muslim. Karena orientasi kita sebagai seorang muslim bukanlah pencapaian materi yang bersifat fana. Tentu ada yang jauh lebih baik dari hal tersebut, yaitu surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Yang menjadi pertanyaan apakah kita telah berusaha mendapatknnya lebih dari usaha kita mendapatkan semua yang kita kejar di dunia ini. Sangat disayangkan jika kita lebih fokus mengejar apa yang ada di dunia dengan melupakan apa yang telah Allah Subhanallahu wata’ala janjikan di akhirat kelak. Waktu kita sangat terbatas hidup di dunia, hanya sampai kematian datang. Bukankah kematian itu dekat dan bukanlah waktu yang lama, karena kita tidak tahu Allah memberikan kehidupan sampai kapan kepada kita, jika ajal datang nanti saat kita tidur maka cukup sampai disanalah kehidupan kita. Sedangkan seberapa banyakkah amal yang telah kita persiapkan untuk menghadap Allah subhanallahu wata'ala.
        Ingat saudara-saudaraku, hidup ini bukanlah sekedar main-main atau senda gurau semata melainkan semuanya akan mendapatkan pertanggung jawaban disisi Allah. Setiap waktu kita, lelah kita, harta kita, ilmu kita dan apapun yang kita miliki selama hidup di dunia tidak akan lepas dari sebuah pertanggung jawabban di sisi Allah. Jika semua yang kita lakukan dan kita miliki mendatangkan ridho Allah maka akan mendatangkan balasan kebaikan darinya berupa surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Begitu pun sebaliknya jika apa yang kita lakukan mendatangkan murka Allah maka nerakanya lah sebagai balasan atas kelalaian dan kedurhakaan kita.  
 Rasulullah pernah  bersabda :
 
Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” (HR. Tirmidzi)

            Tentu sebagai seorang muslim kita sudah tahu bahwa Allah mencipatakan kita tidak lain hanya untuk beribdah kepadanya berdasarkan firmannya yang ada didalam surat Adz-dzariyat ayat 56. Sebagian besar dari manusia lalai dari tujuannya diciptakan. Sehingga mereka lebih memprioritaskan kepentingan dunia daripada kehidupan akhiratnya. Contoh sederhananya adalah ketika Adzan dikumandangkan seberapa banyak dari orang-orang muslim untuk segera berangkat ke masjid melaksanakan shalat berjamaah. Kita lihat masih banyak orang-orang muslim lebih mementingkan urusan duniannya dari pada panggilan Allah. Sekarang ini banyak kaum muslimin dan muslimah yang lalai dengan melakukan hal yang sia-sia. Bahkan terkadang ada hal yang tidak bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhiratnya, sungguh merugi mereka yang lalai dalam kesia-siaan tersebut. Ada banyak hal sia-sia yang masih sering dilakukan seorang muslim diantaranya :
  1.  Menonton televisi, disana banyak tontonan yang tidak mendidik apalagi bermanfaat. Bahkan banyak aurat yang terumbar.
  2. Banyak menonton film atau yang sejenisnya, hal ini hampir tidak ada bedanya dengan menonton televisi.
  3. Banyak mendengarkan musik, padahal musik adalah hal yang melalaikan dan salah satu penyebab matinya hati seorang muslim hingga membuatnya enggan mendengarkan ayat-ayat Allah. Maka dari itu seorang penghafal Al-quran tidak boleh sama sekali mendengarkan musik karena akab menghambat hafalannya. Musik adalah sesuatu yang bertolak belakang dengan Al-Quran dan tidak akan pernah berjalan beriringan.
  4. Banyak bergaul, hal ini yang paling sering menjadi penyebab kelalaian seorang muslim. Bahkan sering sekali didalamnya terdapat pembicaraan yang tidak penting dan ghibah.
  5. Banyak rapat, ini biasanya banyak terjadi di kalangan mahasiswa yang aktif berorganisasi. Terlalu banyak rapat hanya menghabiskan waktu, terkadang banyak perdebatan didalamya padahal perdebatan adalah hal yang harus dihindari seorang muslim. Boleh melakukan rapat asal benar-benar penting keperluannya.
  6. Membaca bacaan yang tidak bermanfaat, tidak berguna bagi kehidupan dunia dan akhiratnya. Tidak menambah ketakwaannya kepada Allah, diantaranya seperti novel, komik, dan sebagainya.
  7. Banyak makan, ini juga sering terjadi kepada seorang muslim. Mereka makan terlalu kenyang, bahkan sampai perut serasa tidak dapat menampung makanan lagi. Dengan banyak makan otomatis seseorang akan banyak tidur dan menjadikan dia tidak produktif.
     Beberapa poin di atas adalah hal tidak bermanfaat yang masih sering dilkukan seorang muslim dan mungkin ada lagi yang belum sempat disebutkan, padahal banyak hal bermanfaat yang bisa dilakukan seorang muslim untuk mengisi waktu luangnya. Jika kita disibukkan dengan hal yang tidak bermanfaat maka kapan waktu kita digunakan untuk menuntut ilmu syar’i dan beramal sholeh sebagai bekal untuk menghadap Allah Azza wajalla. Memang manusia cenderung lalai ketika memiliki 2 nikmat yang diberikan Allah, pertama adalah nikmat sehat dan kedua, nikmat waktu luang. Hal ini seperti hadits dari sahabat Ibnu Abbas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda :

“Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. ( HR Bukhari )

      Ulasan mengenai pentingnya memanfaatkan waktu ini saya tutup dengan perkataan Imam Asy-Syafi’i rahimmahullah yang mengambil ibrah atau pelajaran dari perkataan seorang sufi dengan mengatakan “Aku bergaul dengan kaum sufi hanya dua kalimat yang aku peroleh sebagai manfaat dari mereka. Mereka mengatakan: “Waktu adalah pedang, jika engkau tidak memotongnya maka ia akan memotongmu dan Jika engkau tidak menyibukkan jiwamu dengan kebenaran, maka ia akan menyibukanmu dengan kebatilan.”

Rabu, 15 November 2017

KEBIASAAN


KEBIASAAN


Kebisaan adalah suatu hal rutin yang dilakukan dalam kehidupan kita, bahkan kebisaan itu bisa kita lakukan tanpa kita sadari. Karena hidup kita memang dikendalikan oleh sebuah kebisaan, seperti itulah kata seorang motivator dari Arab Saudi yang bernama Dr Ibrahim bin Hamd Al-qu’ayyid didalam sebuah buku yang berjudul “ 10 Kebiasaan orang muslim yang sukses “. Kita ambil contoh dari realita yang ada dan sering terjadi pada kita yaitu saat bulan ramadhan. Ketika diawal-awal bulan ramadhan kita sering lupa bahwa kita sedang berpuasa sehingga memakan sesuatu atau berbuat keburukan. Namun ketika sudah pertengahan atau akhir bulan ramadhan kita sudah terbiasa dengan kebiasaan berpusa untuk menghindari segala sesuatu yang itu akan membatalkan puasa kita. Itulah kebiasaan, akan nyaman ketika sudah terbiasa dan membutuhkan perjuangan ketika ingin meninggalkannya. Maka dari itu ketika kita memiliki kebiasaan yang baik akan baik  kualitas hidup kita dan begitu sebaliknya, ketika kita memiliki kebiasaan buruk akan buruk pula kualitas hidup kita. Kebiasaan itu juga merupakan sesuatu yang mempengaruhi kualitas diri, tidak mungkin orang sukses yang memiliki orientasi dan tujuan hidup kedepan yang baik memiliki kebiasaan yang buruk. Pasti kebiasaan yang ada pada dirinya adalah kebiasaan yang dapat menghantarkannya kepada tujuan atau kesuksesan tersebut.
Marilah kita simak beberapa penjelasan tulisan yang telah saya rangkum dari sebuah buku kecil karya Dr Ibrahim bin Hamd Al-Qu’ayyid. Beliau menyatakan bahwa kebiasaan dapat terjadi karena tiga hal.
1.      Pertama adalah pengetahun tentang suatu hal yang dilakukan.
2.      Kedua adalah motivasi untuk melakukan suatu hal yang membuat kita nyaman dan senang melakuannya.
3.      Ketiga adalah skill atau keterampilan untuk melakukan hal tersebut.
Ketiganya saling berkaitan, ketika satu tidak ada maka tidak akan bisa menjadi sebuah kebiasaan. Oleh karena itu ketika kita ingin memiliki kebiasaan yang baik kita harus mengetahui apa saja manfaat atau kebaikan dari hal yang kita lakukan itu, kemudian cari dan kumpulkan motivasi yang membuat kita ingin terus melakukannya dan yang terakhir berlatih melakukannya sampai kita terampil dan baik dalam melakukannya. Ketika ketiganya sudah menjadi satu maka kita akan senang melakukan hal tersebut, sehingga timbulah suatu kebiasaan baik didalam hidup kita. Namun ini berbeda saat kita ingin meninggalkan kebiasaan buruk. Dalam mencari pengetahuan kebiasaan itu kita harus lebih fokus pada mudharat atau dampak buruk serta sisi negatif  lainnya, sehingga membuat kita enggan untuk melakukannya lagi dan kemudian meninggalkannya. Disanalah ada sebuah perjuangan bagi kita, karena menghilangkan kebiasaan buruk itu tidak semudah menciptakan kebiasaan baik. Kita adalah manusia yang memiliki nafsu dan nafsu cenderung menjuruskan kita kepada hal yang buruk. Maka saat kita mengalami kesulitan didalam meninggalkan kebiasaan buruk, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah karena Dialah pemilik tubuh kita dan hanya dengan kehendakNyalah kita dapat berubah. Jangan lupa tetap didahului dengan ikhtiar yang maksimal. Insyaa Allah semua akan berjalan dengan lancar dan apa tujuan dan impian kita akan tercapai untuk menjadi pribadi yang sukses di dunia dan akhirat. Aaminn....
Demikian sedikit tulisan singkat yang dapat saya tulis, semoga bermanfaat. Saya memohon doa kepada para pembaca agar saya dapat menulis hal-hal yang bermanfaat lainnya dan menjadi bagian perjuangan dalam kebangkitan Islam.

AL – GHUROBA



AL – GHUROBA


            Ghuroba adalah sebuah kata yang mungkin sudah sering kita dengar akhir-akhir ini, apalagi bagi kita yang mulai menekuni agama islam dan sering mengikuti ta’lim atau kajian. Istilah ini sering digunakan untuk menyebut mereka yang mendalami dan menerapkan islam dengan sungguh-sungguh sesuai dengan ajaran nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa salam. Namun saat ini mereka mengalami banyak ujian dengan menerapkan sunnah-sunnah nabi tersebut karena sebagian masyarakat menganggapnya aneh dan tidak sesuai dengan zaman. Contohnya laki-laki yang memanjangkan jenggot, memakai celana di atas mata kaki, dan perempuan-perempuan yang menggunakan cadar. Ketika mereka menerapkan semua itu, banyak yang mengatakan bahwa berjenggot seperti kambing, celana kebanjiran, dan istri teroris bagi perempuan yang bercadar.
Sungguh memprihatinkan ketika yang mengatakan seperti itu  adalah orang muslim, yang mereka juga merupakan umat nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa salam. Sebenarnya sebagian dari mereka mengatakan seperti itu bukan karena mereka benci terhadap sunnah namun sebagian dari mereka belum tahu bahwa itu adalah ajaran nabinya. Apa sebab ketidaktahuan mereka saat ini, mereka sudah tidak pernah lagi belajar agama islam. Belajar agama hanya sebatas mengaji di TPQ, ketika sudah beranjak SMP keluar dan setelah itu tidak pernah lagi belajar agama. Umat muslim sekarang banyak yang jauh dari agamanya. Bisa jadi ini akibat dari masuknya budaya barat di negeri kita ini, yang sebagian besar dari mereka menjadi idola orang-rang Indonesia. Sehingga orang-orang muslim sibuk meniru gaya-gaya orang barat, padahal mereka adalah orang-orang kafir. Alangkah baiknya orang-orang muslim saat ini terutama dikalangan remaja mengidolakan nabi Muhammad dan para sahabatnya yang didalamnya terdapat banyak teladan yang berasal dari cermin bersihnya hati dan manisnya akhlak mereka.
Melihat dari realita diatas alangkah sulitnya bagi kita yang berpegang teguh pada sunnah nabi. Sehingga ditengah masyarakat seperti ini seakan-akan menjadi orang asing, karena berbeda dengan sebagian besar orang. Dialah yang disebut al-ghuroba, orang yang berpegang teguh pada perintah Allah dan Nabi Muhammad dan tetap istiqomah walaupun banyak ujian didalamnya. Semoga Allah mengganti kesabarannya didalam menegakkan sunnah dengan pahala yang besar, Aamiin.